Aremanita Saksi Rekor Kandang Arema
Posted by Agung Wearemania
Posted on 07:08
with No comments
Kemenangan delapan gol tanpa balas atas Bontang FC di laga pamungkas Indonesia Super League (ISL) 2010-2011 (19/6/2011) hingga saat ini masih menjadi rekor kemenangan kandang terbesar Arema. Momen itu tentunya masih tersimpan dalam ingatan para suporter yang hadir di Stadion Kanjuruhan kala itu.
Tak terkecuali bagi Rosalina Tsalis Rahayuningtyas, salah seorang Aremanita yang waktu itu mendukung langsung di tribun timur bawah papan skor. Gadis 17 tahun itu sungguh beruntung berdiri di antara 32.800 pasang mata yang hadir menjadi saksi kemenangan fenomenal tersebut.
"Pertandingan itu sangat berkesan bagi saya, apalagi hari itu pertama kalinya saya diperbolehkan orang tua datang langsung ke stadion untuk mendukung Arema," ugkap siswi SMK Negeri 10 Malang yang biasa dipanggil Ocha itu kepada WEAREMANIA.
Ya, sebelumnya Ocha yang masih di bangku SMP hanya bisa menyaksikan penggawa Singo Edan beraksi di atas rumput hijau melalui layar kaca atau cerita-cerita dari teman sekolahnya. Sang kakak yang juga seorang Aremania tak pernah mengajaknya ke stadion karena tidak diizinkan orang tuanya.
Selain itu, faktor sekolah selalu menjadi alasan kenapa orang tuanya tak memberinya izin pergi ke Kanjuruhan, sekalipun ditemani oleh sang kakak. Kebetulan saat itu Arema menjamu Bontang FC pada hari libur, jadi tak ada alasan lagi bagi orang tuanya melarang.
Sedari pagi Ocha sudah menyiapkan atribut Aremanitanya lengkap, padahal tim kebanggaannya tersebut baru akan bermain pada pukul 15.30 WIB. Maklum selama ini atribut tersebut tak pernah dipakainya untuk mendukung Arema secara langsung di tribun stadion.
Dengan dibonceng sang kakak, Ocha pun dengan semangat membara berangkat menuju Kanjuruhan. Tapi sial, karena berangkat kurang awal, suasana luar stadion sudah ramai oleh lautan biru, seperti yang tampak dari padatnya tempat parkir.
"Celakanya lagi, waktu itu kami kehabisan tiket. Kakak sampai keliling ke loket-loket, tapi sudah tidak ada. Tiket yang tersisa tinggal yang dipegang sama calo, itu pun harganya dua kali lipat," ujar alumni SMP Negeri 1 Turen itu.
Kala itu tiket ekonomi yang semula hanya seharga Rp.20 ribu oleh para calo dibandrol sampai Rp.50 ribu. Sementara itu, Ocha dan kakaknya hanya mengantongi uang Rp.50 ribu yang rencananya untuk membeli dua lembar tiket ekonomi.
"Akhirnya kakak membeli satu tiket ekonomi untuk dirinya sendiri, sementara saya ikut masuk dengan mengaku anak kelas 3 SD kepada petugas portir. Untung postur saya tidak terlalu tinggi sehingga mereka percaya, dan saya masuk ke dalam stadion untuk pertama kalinya".
Tak terbayangkan lagi betapa sumringahnya Ocha kala menginjakkan kaki di tribun timur bawah papan skor untuk pertama kali. Senyumnya tetap terkembang meski tak mendapatkan tempat di tribun ekonomi yang telah dipadati oleh suporter yang lebih dulu datang.
Bersama sang kakak, gadis yang saat ini menekuni jurusan Multi Media itu berdiri berdesakan dengan Aremania lainnya di dekat anak tangga. Ocha pun ikut bersorak ketika Talaohu Abdul Musafri membuka keunggulan Arema semenit setelah kick off babak pertama berlangsung.
Hingga Arema unggul 3-0 lewat dua gol tambahan Musafri dan Yongki Aribowo yang mengakhiri babak pertama, Ocha dan sang kakak masih terpaku di ujung anak tangga tribun papan skor. Hingga pada akhirnya sang kakak memiliki ide untuk naik pagar di pinggir tangga agar keduanya lebih jelas melihat lapangan.
Jadilah, gadis kelahiran 22 Maret 1997 itu menyaksikan lima gol tambahan dari skuat Singo Edan kebanggaannya dari atas pagar. Hal tersebut menjadi sebuah pengalaman yang tak akan terlupakan bagi gadis SMP yang pertama kalinya menginjak tribun stadion itu.
Ini bukan soal sebanyak apa umur kita dihabiskan di dalam stadion, atau bukan juga soal dari usia berapa kita menginjakkan kaki di stadion sebagai Aremania Aremanita. Tapi, ini soal kebanggaan, dukungan sepenuh hati, bernyanyi dan menari di bawah komando sang dirijen untuk Arema tercinta.
Related articles
- Aremanita Sidoarjo Kisahkan Heroiknya Menembus GDS
- Aremanita Ini Bangga Lulus Kuliah 11 Agustus
- Aremanita Ini Beri Selamat Ultah Arema dari Gunung Kelud
- Aremanita Bogor Janjikan Dukungan Elegan untuk Arema
- Cerita Aremanita yang Bawa Bayi Tiga Bulannya ke Gajayana
- Berawal dari Iseng, Aremanita Ini Akhirnya Ketagihan
0 comments:
Post a Comment