Wearemania

Legenda Arema

Foto & Video Arema

Labels

Total Pageviews

Home » » Cantiknya Jiwa Aremanita di Antara Kerasnya Kota Bunga

Cantiknya Jiwa Aremanita di Antara Kerasnya Kota Bunga


Di antara birunya Bandung ada saja kecantikan yang terpancar dari segelintir Aremanita yang memilih tinggal di kota kembang tersebut. Salah satunya adalah sosok Rista Ayu Mawarti, yang belum genap satu tahun menimba ilmu di tanah Pasundan.

Rista tak hanya dituntut piawai menghadapi kerasnya kehidupan metropolitan ibukota provinsi Jawa Barat tersebut. Sebagai Aremanita yang hidup di tanah rival yang tak sepenuhnya bersahabat, mahasiswa pascasarjana salah satu universitas negeri ternama di Bandung itu juga harus pandai menjaga sikap.

Hubungan Malang, dengan Arema dan Aremanianya dan Bandung, dengan Persib dan Bobotoh/Vikingnya, dewasa ini sudah menjadi rivalitas yang kebablasan. Hal tersebut disadari betul oleh Rista yang notabene adalah seorang Aremanita yang cinta mati kepada Arema.

"Hidup di Bandung (yang notabene rival Arema) kita harus lebih fight. Apalagi waktu Arema kalah dari Persib kemarin, dibully habis-habisan Mas. Tapi tetap tidak menggoyahkan keyakinan saya sebagai Aremanita," ungkap lulusan universitas negeri ternama di Malang tersebut kepada WEAREMANIA.

Meski tak bisa langsung menilai bahwa Bandung tak ramah bagi Aremania, setidaknya dari komentar di atas dibutuhkan jiwa besar menghadapinya. Dan itulah yang coba terus diperjuangkan Rista demi mencapai cita-citanya sebagai tenaga pengajar profesional kelak.

Sebagai salah satu tujuan menimba ilmu, Bandung memang menjadi masyarakat heterogen berisi subjek dengan karakter dari daerah masing-masing. Para pendatang itu (dalam hal ini yang merupakan penggila bola) membawa kebanggaan terhadap klub daerah masing-masing, tak terkecuali Rista dengan Aremanya.

Namun sejurus kemudian, Rista dan rekan-rekan pendatang lainnya dihadapkan pada kenyataan bahwa Bandung itu "milik" Persib dengan Bobotoh/Vikingnya. Itulah yang harus disikapi dengan arif dan bijaksana jika tak ingin pulang ke kampung halaman tinggal nama.

Gadis kelahiran 22 Agustus 1992 itu sehari-hari hidup di antara 75 persen pendukung Persib yang notabene adalah teman di kampusnya. Meski ada saja beberapa di antaranya yang berpikiran bahwa rivalitas hanya ada di stadion, tak sedikit pula yang membawanya ke ranah perkuliahan.

Tak sedikit teman kuliah Rista yang sama-sama bukan warga asli Bandung yang memilih mencari aman denga menjadi "bunglon". Namun gadis 22 tahun itu mengaku ogah berpura-pura menjadi pendukung Persib seperti itu, apalagi harus mengorbankan status Aremanitanya.

"Kalau di dalam kampus biasanya saya hanya dibully dengan becandaan. Tapi kalau di luar kampus, bialng Aremania begitu sama saja seperti terang-terangan mengaku Bonek di Malang, bisa habis Mas," tandas Aremanita Nerut yang bergelar S.Pd ini.


0 comments:

Post a Comment